Cara Budidaya Ikan Patin yang Menguntungkan

Cara Budidaya Ikan Patin yang Menguntungkan
cara meningkatkan bisnis

Cara Budidaya Ikan Patin yang Menguntungkan. Ikan patin adalah ikan yang tak bersisik seperti ikan lele , dagingya sangat gurih, memiliki semacam duri yang tajam di bagian siripnya. Dan keduanya tergolong dalam kelompok (catfish). Ada juga yang menyebut ikan patin ini dengan ikan lele bangkok.Kabar baiknya adalah ikan patin lebih mudah dibudidayakan karena bukan jenis ikan kanibal seperti halnya ikan lele.

Ikan patin bisa dikenali dengan melihat postur tubuhnya yang memanjang dan berwarna perak dengan garis kebiru-biruan di bagian punggung. Ukuran kepala ikan ini lebih kecil daripada badannya serta mulut terletak di ujung kepala sebelah bawah. Sama seperti ikan di familili Pangasidae lainnya, ikan patin mempunyai kumis pendek sebanyak dua buah yang berada di sudut mulutnya dan berfungsi sebagai indera peraba.

Ikan Patin akan tumbuh lebih baik di kolam lumpur dengan aliran air yang mengalir cukup baik, meski demikian bisa juga dipeihara pada kolam semen yang tidak mengalir, tetapi perlu diperhatikan kualitas air agar tetap dalam konsisi yang baik. Di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan dalam menjalnkan usaha bisnis ikan patin.

Cara Budidaya Ikan Patin

  1. Pemupukan

Pada kolam lumpur idealnya perlu dilakukan pemupukan sebelum ikan patin ditebarkan. Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan makanan alami dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50-700 gram/m 2.

  1. Pemberian pakan

Faktor yang cukup menentukan dalam budidaya ikan patin adalah faktor pemberian makanan. Faktor makanan yang berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ikan patin adalah dari aspek kandungan gizinya, jumlah dan frekuensi pemberin makanan. Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan.

Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan berat badan ikan. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (sampel). Pakan yang diberikan adalah Pelet dan bisa ditambahkan makanan alami lainnya seperti kerang, keong emas, bekicot, ikan sisa, sisa dapur dan lain-lain. Makanan alami yang diperoleh dari lingkungan selain mengandung protein tinggi juga menghemat biaya pemeliharaan.

meningkatkan omzet bisnis
  1. Penanganan hama dan penyakit

Salah satu kendala dan masalah budidaya ikan patin adalah hama dan penyakit. Pada pembesaran ikan patin di jaring terapung dan kolam hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Cegah akses masuk hama tersebut ke kolam atau dengan memasang lampu penerangan si sekitar kolam.

Hama tersebut biasanya enggan masuk jika ada sinar lampu. Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibat adanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme patogen.

  1. Pemanenan ikan patin

Pemanenan merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu pada budidaya ikan patin. Meski terlihat sederhana pemanenan juga perlu memperhatikan beberapa aspek supaya ikan tidak mengalami kerusakan, kematian, cacat saat dipanen. Sayang kalau budidaya ikan patin sudah berhasil dengan baik, harus gagal hanya karena cara panen yang salah. Penangkapan ikan dengan menggunakan jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka.

Sebaiknya penangkapan ikan dimulai dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan bisa dihindari. Pemasaran Ikan Patin dalam bentuk segar dan hidup lebih diminati oleh konsumen, karena itu diusahakann menjual dalam bentuk ini. Harga Ikan Patin Per kilogram kurang lebih Rp 15.000.

Cara Budidaya Ikan Patin

Dengan melakukan upaya tersebut, mulai dari efisiensi pemberian pakan, meningkatkan kualitas pakan, serta perawatan yang baik akan menghasilkan panen yang baik pula. Perilaku bisnis yang baik serta melakukan estimasi biaya sebelum melakukan budidaya ikan akan dapat mempermudah selama proses budidaya ikan.

Sehingga pada saat panen hasil panen ikanyang didapatkan akan optimal dan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Itulah cara budidaya ikan patin yang menguntungkan jika ditekuni dan tidak pantang menyerah dalam setiap menjalankan sebuah usaha.

Ayo, share informasi ini…!! Siapa tau informasi ini juga bermanfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar anda. #sharetocare  🙂

kelbion - Kelas Bisnis Online
Silahkan Komen Disini
kelbion - kelas bisnis online
error: Hayoo...Mau Ngapain !! :D